terkadang, aku iri pada mereka yang beruntung dan memiliki kesempatan untuk mendapatkan sesuatu.
jika kalian berfikir "ah itu hanya kau saja yang menyia-nyiakan kesempatan didepan mata" percayalah, aku mencari cari kesempatan itu. aku percaya mereka hanya belum datang.
aku begitu iri pada seorang anak yang bahkan dua tahun lebih muda dariku tetapi ia sudah mendapat gaji yang cukup untuk menjadi uang sakunya selama satu bulan.
dan anak yang lain yang lebih muda satu tahun dariku, ia memanaatkan obinya dengan maksimal.
sedangkan aku? aku hanya perempuan yang berusia duapuluh tahun yang mudah bosan dan selalu membuat keputusan salah dan kemudian menyesalinya.
seperti keputusanku untuk menolak laki-laki yang telah bersungguh sungguh.
kini, saat aku benar benar tidak mau kehilangannya, dia justru meragukannya.
mungkin kini giliranku untuk menunggu, setelah membuatnya menunggu.
maaf tentang malam itu, aku hanya takut.
aku hanya ingin kau tahu, aku adalah perempuan yang selalu dihantui kebimbangan.
dan kini aku mengutuk kebimbangan yang telah membuatmu menjauh.
kini, aku hanya ingin memberitahumu.
sungguh, aku sungguh tidak ingin kau pergi.
sehari setelah kepergianmu ke Bogor,20 Februari 2018.
Selasa, 20 Februari 2018
Kamis, 15 Februari 2018
Terlambat
"Tanpamu cinta tak berarti, cinta sudah lewat. Tak ku kira kan begini" -Kahitna, Cinta Sudah Lewat
15 Februari 2018
15 Februari 2018
Hari ini, mungkin adalah hari bersejarah dalam hidupmu, tentu saja tanpa kehadiranku. Kau tampak bahagia dengan senyum tipis yang menawan, aku sungguh turut bahagia. Setelah semua kejadian ini, mungkin saja kauu menganggap aku hanya sebatas angin lalu yang tak berarti dalam hidupmu. Masa lalu ini, cukup aku sendiri yang mendekapnya, cukup aku yang melukaimu, cukup aku yang menyiksa diriku. Yang harus kau lakukan hanyalah berbahagia tanpakehadiranku dalam hidupmu lagi, dan kurasa kau sedang melakukannya sekarang. Rinduku padamu yang sempat menjadi candu, kini biar ku sembuhkan bersama pilu yang melekat dalam dingin malam yang mencekat.
Benar, cinta sudah lewat atau lebih tepatnya aku melewatkannya. Ya, aku melewatkanmu. Malam itu, aku merasa sangat takut menerimamu kembali. Aku terlalu takut apabila nanti aku harus kehilanganmu untukyang kedua kali. Aku terlalu takut apabila nanti aklu menyakitimu lagi. Kau memintaku menjadi rumahmu, tapi saat itu aku hanya memilih menjadi tempat singgah sampai kau mendapatkan rumah yang kau inginkan. sungguh tidaklah pantas aku kembali menawarkanmu sebuah rumah untuk kembali. Nanti apabila rumahmu yang baru menyakitimu, kembalilah padaku dan aku menjadi tempat singgah terakhirmu. Pada akhirnya aku hanya ingin kau bahagia.
Senin, 12 Februari 2018
Untuk?
"teringat pertama menyentuh, ku tahu tak mudah jalani denganmu. " - Isyana, Sekali Lagi.
12 Februari 2018
Aku melepasnya pergi, dengan segenap kebimbangan hati.
Sedangkan ia, sedang memantapkan hati untuk meninggalkanku. Pergi.
Puluhan hari, bahkan jariku tak sanggup menghitungnya lagi.
Ia memiliki ratusan alasan untuk meragu.
Sedangkan aku?
Tentu saja aku memiliki ribuan alasan lain untuk merindu.
Tapi kurasa percuma, ia tak akan percaya.
Untuk apa aku tetap sendiri sampai saat ini bila bukan menanti?
Untuk apa aku tetap disini padahal ada banyak hati yang dapat disinggahi?
Untuk apa ?
12 Februari 2018
Aku melepasnya pergi, dengan segenap kebimbangan hati.
Sedangkan ia, sedang memantapkan hati untuk meninggalkanku. Pergi.
Puluhan hari, bahkan jariku tak sanggup menghitungnya lagi.
Ia memiliki ratusan alasan untuk meragu.
Sedangkan aku?
Tentu saja aku memiliki ribuan alasan lain untuk merindu.
Tapi kurasa percuma, ia tak akan percaya.
Untuk apa aku tetap sendiri sampai saat ini bila bukan menanti?
Untuk apa aku tetap disini padahal ada banyak hati yang dapat disinggahi?
Untuk apa ?
Langganan:
Postingan (Atom)